PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR AUDIO VISUAL DALAM MENAMBAHKAN WAWASAN PENGETAHUAN DAN MENINGKATKAN DAYA PIKIR PESERTA DIDIK
A. IDENTITAS SEKOLAH
Sebuah sekolah TK ISLAM TERPADU yang berda di Aek Galoga desa pidoli lombang tersebut merupakan satu-satunya TK di desa tersebut. TK tersebut bernama TK ISLAM TERPADU KHALFANI yang merupakan milik dari seorang ibu di desa aek galoga yang bernama KAMSIA. TK Islam ini tidak dikepalai oleh pemilik sekolah melainkan dikepalai oleh salah seorang yang bernama Wulandari, S.Pd.
Sekolah TK tersebut memiliki anak didik yang kurang dari 50 orang yakni 23 orang laki-laki dan 25 orang perempuan. Data anak didik ini jelas berkurang dari tahun sebelumnya. Sekolah yang terdiri dari dua kelas tersebut menghasilkan siswa yang berasal dari daerah disekitar seperti Dalan lidang, Aek galoga, dan Pidoli. Sekolah tersebut mempunyai 3 bunda guru yaitu Rani liana, Ummi mutiah, dan Suaidah. Dan sekolah tersebut menggunakan kurikulum K13.
B. LATAR BELAKANG MASALAH
Pendidikan merupakan kebutuhan primer pada saat ini, apalagi sebagian besar masyarakat sudah menyadari pentingnya pendidikan dalam menata masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu setiap negara senantiasa berusaha memajukan bidang pendidikan, disamping bidang yang lain dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia yang kompetitif dan berkualitas serta berusaha mengejar kemajuan negara lain.
Di dalam sekolah yang kami teliti kebanyakan guru disana menggunakan metode yang sama dari dulu sampai sekarang sehingga lambatnya kemajuan pada peserta didik. Selain itu guru tersebut hanya menggunakan metode yang biasa digunakan sehingga perlu adanya metode baru di sekolah tersebut.
Sekolah yang baik adalah sekolah yang menggunakan berbagai metode dalam mengajar sehingga tumbuhnya pola pikir anak dengan baik dan benar sedangkan di sekolah tersebut hanya menggunakan beberapa metode saja seperti tanya jawab biasa, dan metode ceramah. Anak didik yang ada di sekolah tersebut hanya 40 % saja yang mengerti dan memahami pelajaran dengan metode tersebut sehingga perlunya mengubah dan menambah sedikit metode untuk mengajari anak didik lebih bijak dan mudah menerima pelajaran.
C. METODE PELAKSANAAN
1. SOLUSI
a. Menggunakan variasi dalam mengajar
Variasi mengajar sangat diperlukan dalam proses belajar mengajar. Komponen-komponen variasi mengajar seperti variasi gaya mengajar, variasi media, dan bahan ajaran dan variasi interaksi, mutlak dikuasi oleh guru untuk menggairahkan belajar anak didik dalam waktu relatif lama dalam suatu pertemuan kelas. Keterampilan mengadakan variasi dalam proses belajar mengajar akan meliputi tiga aspek, yaitu variasi dalam gaya mengajar, variasi dalam menggunakan media dan bahan pengajaran, dan variasi dalam interaksi antara guru dan siswa. Apabila ketiga komponen tersebut dikombinasikan dalam penggunaannya atau secara integrasi, maka akan meningkatkan perhatian siswa, membangkitkan keinginan dan kemampuan belajar. Keterampilan dalam mengadakan variasi ini lebih luas penggunaannya daripada keterampilan lainnya, karena merupakan keterampilan campuran atau diinegrasikan dengan keterampilan yang lain.
Salah satunya Melakukan pendekatan kepada anak didik Dalam kegiatan belajar mengajar akan menghasilkan kegiatan anak didik yang bermacam-macam. Guru yang menggunakan pendekatan individual, misalnya berusaha memahami anak didik sebagai makhluk individual dengan segala persamaan dan perbedaannya. Guru yang menggunakan pendekatan kelompok berusaha memahami anak didik sebagai makhluk sosial. Dari kedua pendekatan tersebut lahirlah kegiatan belajar mengajar yang berlainan, dengan tingkat keberhasilan belajar mengajar yang tidak sama pula. Perpaduan dari kedua pendekatan itu malah akan menghasilkan hasil belajar mengajar yang lebih baik. Strategi penggunaan metode mengajar amat menentukan kualitas hasil belajar mengajar. Hasil pengajaran yang dihasilkan dari penggunaan metode ceramah tidak sama dengan hasil pengajaran yang dihasilkan dari penggunaan metode tanyajawab atau metode diskusi.
b. Menggunakan Tes dalam belajar
1) Tes Formatif
Penilaian ini digunakan untuk mengukur satu atau beberapa pokok bahasan tertentu dan bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang daya serap siswa terhadap pokok bahasan tersebut. Hasil tes ini dimanfaatkan untuk memperbaiki proses belajar mengajar bahan tertentu dalam waktu tertentu.
2) Tes Subsumatif
Tes ini meliputi sejumlah bahan pengajaran tertentu yang telah diajarkan dalam waktu tertentu. Tujuannya adalah untuk memperoleh gambaran tentang daya serap siswa untuk meningkatkan tingkat prestasi belajar siswa. Hasil tes subsumatif ini dimanfaatkan untuk memperbaiki proses belajar mengajar dan diperhitungkan dalam menentukan nilai rapor.
3) Tes Sumatif
Tes ini diadakan untuk mengukur daya serap siswa terhadap bahan pokok-pokok bahasan yang telah diajarkan selama satu semester, satu atau dua tahun pelajaran. Tujuannya adalah untuk menetapkan tingkat atau taraf keberhasilan belajar siswa dalam suatu periode belajar tertentu. Hasil dari tes sumatif ini dimanfaatkan untuk kenaikan kelas, menyusun peringkat (ranking) atau sebagai ukuran mutu sekolah.
c. Penggunaan Media
Proses belajar mengajar atau pembelajaran merupakan suatu kegiatan melaksanakan kurikulum suatu lembaga pendidikan, agar dapat mempengaruhi para siswa mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan . tujuan pendidikan pada dasarnya mengantarakan para siswa menuju perubahan perubahan tingkah laku, baik intlektual, moral maupun sosial agar dapat hidup mandiri sebagai individu dan mahluk sosial. Dalam mencapai tujuan tersebut siswa berintraksi dengan lingkungan belajar yang diatur guru melalui proses pembelajaran.
Lingkungan belajar yang diatur oleh guru mencakup tujuan pembelajaran, bahan pembelajaran, metodologi pembelajaran dan penilaian pembelajaran. Unsur-insur tersebut bisa dikenl dengan komponen-komponen pembelajaran. Tujuan pembelajaran adalah rumusan kemampuan yang diharapkan dimiliki para siswa setelah ia menempuh berbagai pengalaman belajarnya (pada akhir pembelajaran)
Bahan pembelajaran adalah seperangkat materi keilmuan yang terdiri atas fakta, konsep, prinsip, generalisasi suatu ilmu pengetahuan yang bersumber dati kurikulum dan dapat menunjang tercapainya tujuan pembelajaran. Metodologi pembelajaran adalah metode dan teknik yang digunakan guru dalam melakukan interaksinya dengan siswa agar bahan pembelajaran sampai kepada siswa sehingga siswa menguasai tujuan pembelajaran.
Dalam metodologi pembelajaran ada dua aspek yang paling menonjol yakni metode mengajar dan media pembelajaran sebagai alat bantu mengajar. Sedangkan penilaian adalah alat untuk mengukur atau menentukan taraf tercapai tidaknya tujuan pembelajaran Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kedudukan media pembelajaran sebagai alat bantu mengajar ada dalam komponen metodologi, sebagai salah satu lingkunngan atau lokasi yang diatur dan didesain sedemikian rupa oleh guru. Media pembelajaran dapat mempertinggi proes belajar siswa, pembelajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar hasil belajar yang dicapainya. Ada beberapa alasan mengapa media pembelajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa.
2. METODE PEMBUATAN
- Guru harus mengubah paradigma dalam pembelajaran. Perlu dipahami bahwa perserta didik mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing. Setiap peserta didik adalah unik, mereka memiliki karakteristik yang berbeda.
- Guru harus masuk ke dalam dunia anak, jangan anak diajak masuk dunia orang dewasa. Mengajarlah apa yang dibutuhkan dan diingikan siswa, bukan siswa yang menyesuaikan keingginan guru.
- Identifikasi kondisi sosial, melalui data pribadi siswa dan keluarga. Dari data sosial tersebut guru dapat mengetahui tentang latar belakang keluarga, status sosial, pekerjaan orangtua, dan kebiasaan adat istiadat yang berlaku.
- proses pembelajaran aktivitas siswa lebih ditonjolkan. Porsi guru dikurangi, guru menjadi fasilitator menyediakan sumber-sumber belajar. Biarlah siswa belajar dan menemukan sindiri, ajaklah mereka berpikir dengan cara guru memberi stimulus dan media inovatif yang membuat siswa aktif. Ketika siswa belajar guru mengamati dan meluruskan apabila mengalami kesulitan.
- gunakan lingkungan dan bahan-bahan yang ada disekitar kita sebagai media pembelajaran. Pembelajaran akan lebih bermakna dan mudah di pahami siswa ketika mereka Mengenal dan melakukan. Menyuruh anak untuk membawa beberapa jenis tumbuhan baik sayuran maupun bunga dan mengajak menanam bersama.
- Uji coba yang sudah kami terapkan membawa beberapa hadiah untuk anak didik baik itu permen atau makanan lainnya yang meningkatkan gairah belajar anak didik sehingga menghasilkan semnagat jua dalam meningkatnya sistem belajarnya.
- Guru harus membuat gambar berbentuk buah untuk mengajari anak dalam mengenal nama buah.
- Membuat vidio bergerak semisal bacaan surah dalam vidio dengan animasi bergerak sehingga memudahkan mengingat bacaan syrah dan menambah semangat dalam menghafalnya.
D. HASIL INOVASI
Dengan adanya perubahan dari gaya belajar sebelumnya anak didik akan merasa terbantu dan guru akan mudah pekerjaannya sehingga keberhasilan belajar mengajar ini eningkat drastis. Menggunakan inovasi tersebut akan menghasilkan kemandrian anak didik dalam mengekspresikan pikiran dan pengetahuan dalam bentuk praktek langsung. Apalagi terkait mengenai anak TK yang memiliki umur berkisar 5-6 tahun. Media adalah salah satu inovasi yang disarankan baik media grafis atau media audio vidio ini sangat membantu pola pikir anak didik untuk semakin kreatif dan menunjang perkembangan otak melalui gambar dan vidio serta bahan yang bisa langsung diamati oleh peserta didik.
Menggunakan inovasi media akan mempengaruhi para siswa untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan . tujuan pendidikan pada dasarnya mengantarakan para siswa menuju perubahan perubahan tingkah laku, baik intlektual, moral maupun sosial agar dapat hidup mandiri sebagai individu dan mahluk social, serta akan meningkatkan kualitas keberanian anak didik. Siswa akan terpengaruh untuk selalu belajar di rumah karena mereka menganggap untuk mendapatkan itu mereka harus tahu sehingga anak didik semakin giat untuk belajar. Dengan itu, perubahan sekolah tersebut terutama dalam anak didik sangat terlihat jelas dengan gambar audio visual menambah gairah belajar dan semnagat anak didik sehingga dengan mudah menghafal dan berusaha mengingat dengan vidio visual tersebut.
E. KESIMPULAN
Inovasi dalam pembelajaran sangat diperlukan oleh guru untuk meningkatkan kreatifitas anak didiknya dan juga mempermudah guru dalam mengajar, serta dapat menertibkan anak didik dengan mandiri. Dalam kegiatan belajar mengajar, pendekatan yang guru ambil akan menghasilkan kegiatan anak didik yang bermacam-macam. Guru yang menggunakan pendekatan individual, misalnya berusaha memahami anak didik sebagai makhluk individual dengan segala persamaan dan perbedaannya. Guru yang menggunakan pendekatan kelompok berusaha memahami anak didik sebagai makhluk sosial. Dari kedua pendekatan tersebut lahirlah kegiatan belajar mengajar yang berlainan, dengan tingkat keberhasilan belajar mengajar yang tidak sama pula. Perpaduan dari kedua pendekatan itu malah akan menghasilkan hasil belajar mengajar yang lebih baik.
Strategi penggunaan metode mengajar amat menentukan kualitas hasil belajar mengajar. Hasil pengajaran yang dihasilkan dari penggunaan metode ceramah tidak sama dengan hasil pengajaran yang dihasilkan dari penggunaan metode tanyajawab atau metode diskusi.
F. DAFTAR REFERENSI
Sardiman, A. M. (2004). Interaksi dan motivasi belajar-mengajar. Jakarta: Rajawali.
Suyanto. (2007). Tantangan profesional guru di era global. UNY. Yogyakarta.
Rahmat, Pupu Saeful. 2019. Strategi belajar Mengajar. Surabaya: Scopindo Media PustakaMudyahardo, Redja, Landasan-landasan Filosofis Pendidikan, Bandung: Fakultas Ilmu pendidikan UPI, 2008




Komentar
Posting Komentar
Ping